CapCut Rayakan Pertumbuhan Komunitas di Gelaran CapCut World Singapore

Sejak CapCut didirikan pada tahun 2020, kami telah menjadi platform pengeditan all-in-one di mana ide-ide kreatif dari segala jenis terbentuk - dari pencipta yang memicu tren yang menginspirasi jutaan orang lain, hingga pembuat film yang menciptakan karya seni baru dari awal.

Merayakan pertumbuhan komunitas kami di CapCut World di Singapura
CapCut
CapCut
Sep 6, 2026

Sejak diluncurkan pada 2020, CapCut telah berkembang menjadi platform penyuntingan terpadu tempat lahirnya berbagai ide kreatif—baik dari kreator yang melahirkan tren dan menginspirasi jutaan orang lain maupun sineas yang menciptakan karya baru dari awal.

Kini, CapCut telah menjangkau lebih dari 660 juta pengguna di lebih dari 170 pasar dan tersedia dalam 30 bahasa, termasuk di Asia Tenggara, Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, Timur Tengah, serta berbagai wilayah lainnya. Menandai pencapaian tersebut, CapCut memperkenalkan CapCut World, rangkaian acara komunitas perdana di Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Eropa untuk mengapresiasi dan memberdayakan para kreator.

Pada gelaran perdana CapCut World untuk Asia Tenggara di Singapura akhir pekan lalu, CapCut mempertemukan lebih dari 300 kreator, pemimpin industri, dan anggota tim CapCut untuk berbagi kisah inspiratif dari para kreator, bertukar tips seputar proses kreatif, serta mengenal lebih lanjut berbagai fitur favorit yang membentuk CapCut saat ini. Simak rangkuman data terbaru sekaligus berbagai momen menarik yang diumumkan di CapCut World Singapore berikut ini.

Mendorong Komunitas untuk Berkreasi Bersama

Proses kreatif yang interaktif dan terus disempurnakan telah lama menjadi salah satu pilar komunitas CapCut. Kini, lebih dari 6 juta kreator templat menjadi penggerak momentum tersebut dengan menerbitkan lebih dari 400.000 templat baru setiap harinya untuk menginspirasi sekaligus membantu orang lain untuk berkreasi.

Untuk semakin memperkuat peran templat dalam proses kreatif, CapCut baru-baru ini meluncurkan Skills. Fitur baru ini memungkinkan kreator menyimpan dan membagikan gaya, alur kerja, serta teknik di balik karya mereka, bukan hanya hasil akhirnya. Melalui Skills, kreator dapat lebih mudah menyesuaikan dan mengembangkan proses kreatif tersebut, sekaligus membantu kreator lain mempelajari dan menerapkannya dalam karya mereka sendiri.

Sebagai contoh, ketika sineas sekaligus kreator CapCut Vee Camallere membuat Featherweight—serial yang dibuat menggunakan AI dan telah meraih lebih dari 25 juta penayangan—ia menyimpan proses color grading yang digunakannya sebagai sebuah Skill tersendiri. Dengan begitu, Vee dapat menerapkan tampilan yang sama pada setiap episode tanpa harus mengulang proses tersebut dari awal. Di sela-sela presentasinya di CapCut World Singapore, Vee menjelaskan:

“Ketika cerita dalam Featherweight beralih dari satu adegan ke adegan lainnya, saya dapat menggunakan skill yang telah disimpan sebelumnya agar tampilan visualnya tetap konsisten. Kemampuan yang ditawarkan Skills ini menjadikan proses color grading terasa berbeda dengan yang lain.”

Mendukung Kreator dalam Setiap Tahapan Proses Kreatif

Dengan lebih dari 85 fitur AI yang tersedia di dalam aplikasi, CapCut telah membantu komunitas CapCut menghasilkan lebih dari 6 miliar kreasi orisinal, mulai dari gambar, klip video, hingga efek di sepanjang tahun 2026. Berbagai fitur tersebut dirancang agar mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan beragam kreator, sehingga seluruh proses berkarya—dari awal hingga akhir—dapat dilakukan dengan lebih praktis dan efisien dalam satu aplikasi.

Misalnya, melalui AI Lab, kreator dapat mengembangkan ide awal dengan menjelaskan visi mereka langsung di aplikasi CapCut. Ide tersebut kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut melalui Infinite Canvas untuk merangkai cerita, membangun karakter, serta bereksperimen dengan berbagai pengambilan gambar dan adegan. Ketika seluruh elemen siap disatukan, cerita beserta aset dan konteks kreatifnya dapat langsung diteruskan ke editor multitrack CapCut. Di sana, fitur penyuntingan berbasis AI, Edit Pilot, akan mendampingi kreator mewujudkan visi mereka dengan menerapkan alat yang tepat di setiap tahap proses kreatif.

CapCut juga menerapkan berbagai langkah transparansi, seperti tanda air tak kasatmata (invisible watermarks) dan Kredensial Konten dari C2PA, agar kreator dapat lebih mudah berkreasi secara bertanggung jawab.

Menghadirkan Teknologi Kreatif Terdepan bagi Kreator

Setiap hari, lebih dari 7 juta kreator memanfaatkan fitur AI di CapCut, termasuk para sineas profesional yang berfokus membuat karya menggunakan AI.

CapCut terus mengutamakan integrasi berbagai model AI canggih ke dalam aplikasi seperti Dreamina Seedance untuk video, Dola Seedream untuk gambar, dan Seed Audio untuk audio, sehingga kreator dapat menggunakan teknologi generatif terkini langsung di CapCut. Berbagai model tersebut mendukung hadirnya fitur kreasi yang lebih canggih, seperti Video Studio, fitur pengeditan interaktif milik Seedance yang memungkinkan kreator menentukan bagian spesifik yang ingin disesuaikan—baik berdasarkan marka waktu (timestamp), karakter, maupun elemen visual—tanpa harus membuat ulang seluruh adegan.

Kemudahan serupa juga hadir untuk gambar melalui Design Studio. Melalui fitur penyuntingan interaktif dari Seedream ini, kreator cukup memberikan arahan visual—seperti menggambar panah atau melingkari area tertentu—untuk menyempurnakan hasil akhir. Setiap elemen juga dapat dipisahkan menjadi sejumlah layer yang dapat digeser dan diubah ukurannya. Seluruh kemampuan ini menyatukan proses kreasi video, gambar, desain, dan pemanfaatan AI dalam satu platform yang tersedia di perangkat seluler, desktop, web, dan tablet.

Perjalanan CapCut World Selanjutnya

CapCut World Singapore menjadi pembuka rangkaian perayaan global bagi para kreator. Setelah Singapura, CapCut World juga akan menyambangi Los Angeles dan London pada akhir tahun ini. Seiring dengan upaya CapCut untuk terus memperluas cakupannya—dari video dan gambar hingga desain dan kreasi lainnya yang dibantu oleh AI—fokus utamanya tetap sama.

“Sejak awal, CapCut berupaya menyederhanakan proses pembuatan video agar mudah dilakukan oleh lebih banyak orang,” ujar Xiaoqi Fu, Global Head of CapCut. “Berangkat dari fondasi tersebut, CapCut terus menyatukan lebih banyak tahapan dalam proses kreatif—mulai dari penyuntingan dan desain hingga berbagai fitur baru—dengan tetap memastikan kendali atas setiap keputusan kreatif berada di tangan pengguna.”

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang CapCut World dan informasi menarik lainnya dari CapCut, kunjungi https://capcutworld.com/.

Panas dan sedang tren